RSS

02 Mar
Terdapat banyak teknik untuk membekam, kapan dan bagaimana teknik tersebut
dipakai dan apa kelebihan dan kekurangan masing – masing?

Bekam Angin
Bekam kering adalah teknik bekam yang pada prosesnya tidak
disertai pengeluaran darah. Umumnya teknik ini dilakukan
sebelum melakukan bekam basah, dengan tujuan untuk
mengumpulkan darah statis (darah kotor) dahulu dibawah kulit,
sebelum melakukan bekam basah, sehingga saat dilakukan
bekam basah lebih optimal, darah statis dapat keluar lebih
optimal. Ada hal lain yang menjadi pertimbangan saat teknik ini
dipergunakan, yaitu apabila si pasien, saat didiagnosa, menemui
kendala untuk dilakukan bekam basah.
Bagi kebanyakan hajjam yang melakukan bekam kering dahulu sebelum bekam basah, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan karena bekam kering akan menjadi kunci dari efek yang
akan terjadi pada tubuh si pasien, adapun faktor yang menjadi penentu perbedaan efek adalah :
1. Jadwal piket organ, hal ini berpengaruh pada efek menguatkan atau melemahkan organ yang dituju
2. Lama waktunya bekam kering dilakukan, hal ini berpengaruh pada efek menguatkan atau melemahkan organ (sesuai keinginan hajjam)
3. Minyak yang dipergunakan saat melakukan bekam kering (apabila memakai minyak). Contoh : adalah penggunaan minyak yang mengandung panas seperti minyak kayu putih, sehingga akan memberikan efek menguatkan. Atau apabila tanpa minyak dapat dilakukan dengan teknik sulut api untuk dapat efek yang sama
4. kekuatan tarikan, terkadang pasien mengeluh pegal – pegal setelah dibekam, hal tersebut
mungkin dikarenakan karena jaringan otot dibawahnya terlalu ditarik sehingga terjadi
peregangan yang berlebihan dan mengakibatkan kram, jadi perlu adanya pengaturan kekuatan
tarik saat melakukan bekam kering.
Saat melakukan bekam ini darah statis akan tetap menumpuk dibawah kulit sehingga kulit akan
tampak merah atau hitam, adapun waktu yang dibutuhkan hingga bekas ini hilang adalah
mengikuti aliran alami peredaran darah. Waktu bekas bekam untuk menghilang adalah sekitar 7 –
8 hari atau lebih.

Bekam Luncur
Bekam ini merupakan bagian dari bekam kering kering, biasanya teknik ini dipergunakan pada daerah punggung atau darah yang panjang lainnya. Bekam ini dipergunakan untuk melemaskan kulit dan jaringan otot dibawah kulit sehingga saat dilakukan bekam basah dapat optimal.
Dengan bekam luncur ini pula hajjam dapat mengetahui lokasi darah statis (darah kotor) yang
ada di bawah kulit, karena terdapat perbedaan warna kulit pada daerah yang mengandung darah statis.
Selain itu bekam luncur dapat menjadi alternatif bagi pasien apabila saat di diagnose sedang menemui kendala
untuk bekam basah. Adapun cara untuk melakukan bekam luncur adalah dengan mengoleskan minyak di sepanjang jalur yang akan dibekamluncur, adapun arah dari bekam luncur harus searah dengan serat – serat otot yang ada dibawah kulitnya.
Kesulitan dari bekam ini adalah mengatur agar gelas tetap berada pada jalurnya saat ditarik, apabila keluar dari jalur maka berdampak pada ketidaknyamanan pada pasien.

Bekam Sulut Api
Bekam ini merupakan cara yang telah lama dipergunakan untuk melakukan bekam,Bekam ini dipergunakan dengan cara menaruh api pada bagian dalam gelas lalu dengan segera di tempelkan ke kulit. Udara panas akan mendingin dan menyusut saat ditempelkan di kulit, sehingga dapat menarik kulit.
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan bekam ini adalah saat meletakan api, api tidak boleh menyentuh
bibir gelas. Bibir gelas akan menyentuh kulit pasien, andai bibir gelas terlalu panas maka akan melukai pasien.
Efek dari bekam ini adalah menguatkan meridian, karena energi dari panas akan merasuk kedalam tubuh dan
meridian akan dirangsang dengan panas.

Bekam Basah
Bekam ini merupakan Hijamah, atau mengeluarkan darah statis (darah kotor) yang sesungguhnya. Teknik ini merupakan perpaduan antara bekam angin dengan teknik penyayatan pada kulit.
Tujuan dari melakukan bekam basah adalah mengeluarkan darah yang berpotensi mengganggu kinerja tubuh, adapun bekam basah dilakukan hingga darah tidak mengalir lagi atau cairan getahbening sudah tampak (cairan alami tubuh untuk pertahanan dari benda asing) atau pasien menjadi terlalu lemas sehingga tidak dimungkinkan untuk dilanjutkan.
Saat melakukan bekam ini, apabila dilakukan dengan baik dan hati – hati maka bekas luka tidak
akan terlalu tampak, dan akan menghilang total insya Allah dalam waktu 4 hari.
Masalah dari bekam ini adalah ada beberapa pasien yang takut melihat darah. Selain itu dengan
keluarnya darah, tubuh akan berubah drastis oleh karena itu perlu pengawasan yang ketat dari
hajjam agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (seperti pingsan, DLL)

Bekam Tarik Cepat / Flash Cupping
Bekam ini dapat diperuntukan untuk bekam kering maupun bekam basah. Bekam ini dilakukan pada daerah yang tidak memungkinkan gelas bekam untuk menempel lama. Seperti di daerah mata kaki, atau daerah yang susah menempel lainnya. Selain itu teknik bekam ini dipergunakan untuk mempersingkat waktu bekam angin.
Adapun cara melakukannya adalah dengan menghisap kulit dengan tarikan yang rendah lalu ditarik tegak lurus dari kulit, lalu gelas ditempelkan kembali dan diulangi kembali. Tujuan bekam ini adalah untuk memperlebar pembuluh darah dan melunakan kulit, sehingga saat dilakukan penyayatan pasien tidak terlalu sakit, tetapi kemungkinan darah statis yang terkumpul sedikit., tergantung terhadap banyaknya pengulangan tarikan
Satu hal yang menjadi kendala dalam melakukan bekam ini adalah kemungkinan pompa bekam rusak akan bertambah karena pengulangan tarik lepas pompa yang berulang – ulang.

Bekam Tutup Minyak
Teknik bekam ini khusus dilakukan di kepala atau daerah yang memiliki banyak rambut (kaki,
punggung, DLL).
Teknik bekam ini dilakukan dengan cara menutup sela – sela antara bibir gelas dan kulit yang ada karena tumpukan rambut dengan minyak. Agar minyak tidak mudah ikut terhisap maka diperlukan minyak yang cukup kental, tetapi pemilihan minyak harus memperhatikan kesesuaian untuk tubuh, keamanannya dan sterilitasnya.
Adapun masalah dari bekam ini adalah membutuhkan minyak yang cukup banyak, terkadang
apabila dilakukan di kepala, minyak menetes ke muka pasien. hal tersebut dapat di bicarakan
oleh hajjam sebelum membekam agar pasien tidak terganggu

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: